Thursday, October 28, 2010

Motif Mega Mendung dalam berbagai karya

Motif mega mendung ternyata bisa dikreasikan untuk kaos, piyama, bantal, kursi, jaket hingga casing laptop….

ini dia motif mega menudung dalam berbagia media, tidak lupa penulis mencantumkan link ….

1. KAOS MEGA MENDUNG

sumber gambar = http://kaoskojo.dagdigdug.com

2. YUKATA MEGA MENDUNG

Sumber gambar = http://www.novica.com/

3. BANTAL MEGA MENDUNG

Sumber gambar = http://trusmibatikcraft.indonetwork.co.id/

4. JAKET MEGA MENDUNG

Sumber Gambar = http://www.medogh.com/

5. TAS MEGA MENDUNG

6. TAPLAK MEJA MEGA MENDUNG

Sumber gambar = http://trusmibatikcraft.indonetwork.co.id/

7. TAS LAPTOP MEGA MENDUNG

Sumber Berita = http://t4t4.blogdetik.com/

8. Kursi dan LAmpu MEGA MENDUNG

9. BARBIE

http://finunu.wordpress.com/2010/10/05/motif-mega-mendung-dalam-berbagai-karya/

Wednesday, October 27, 2010

Taman Sari Palace

Taman sari palace is situated on the western region is still within the scope of the fortress palace. Park names that define a sari is a very beautiful garden and stunning. Castle is a castle in his time the water that serves as a place of recreation, rest house and the fortress of defense for the Sultan's wife and entire family of the Sultan of Yogyakarta Palace. this is evident from the

Thursday, October 21, 2010

MENGAPA BATIK PRINTING LEBIH DISUKAI KETIMBANG CAP DAN TULIS ?


Barangkali ini merupakan hal yang wajib diketahui oleh Pengrajin,Pengusaha atau Pembisnis Batik dimanapun berada, karena dalam setiap pameran atau gelar produk Batik selalu dan selalu Batik Printing yang laku keras dibanding dengan Batik Cap apalagi Tulis. Beberapa dugaan mengarah kepada hal-hal yang membuat Batik Printing "lebih diminati", pertama karena teknik dan pewarnaan Batik Printing sudah lebih kaya dan banyak pilihan. Kedua Batik Printing dibilang sangat terjangkau harganya, konsumen akan mendapatkan barang yang cukup banyak dengan jumlah kocek yang dianggap murah. Terakhir Batik Printing mudah dicari, karena hampir setiap penjual batik akan menawarkan batik-batik printing dengan beragam corak.
Namun jika dikaji lebih jauh , sebenarnya kualitas batik printing akan jauh berbeda dengan batik cap apalagi batik tulis. Salah satu contoh, warna batik dari batik tulis akan lebih "jreng" jika sudah beberapa kali dicuci dan dipakai, sementara batik printing akan mudah luntur dan semakin memudar ketika beberapa kali dicuci dan dipakai. Dari hal ini pula sebenarnya wajar jika Batik Tulis lebih mahal dari batik cap dan batik printing. Belum lagi dalam performance Batik Tulis yang lebih banyak variasi yang mempunyai kualitas yang mumpuni bahkan cenderung mewah dan elegan.
Pandangan tersebut tidak banyak berpengaruh kepada konsumen menengah kebawah, mereka lebih cenderung mencari barang yang murah,yang banyak pilihan dan gampang dicari. Tentu hal ini akan meguntungkan posisi perkembangan pemasaran produk batik printing yang semakin hari semakin banyak permintaan. Apalagi jika dikaitkan dengan kebutuhan seragam batik anak-anak sekolah dari mulai TK,SD,SLTP dan SLTA, maka batik printing semakin banyak yang mencari. Disektor konsumen umum, batik printing semakin menjadi pilihan utama untuk pakaian seragam batik yang jika sudah bosan maka gampang mengganti dengan yang baru. Mungkin hal itulah yang mendorong pemasaran produk batik printing sangat unggul jika dibanding dengan pemasaran produk batik cap dan batik tulis.
Akhirnya semua kembali kepada konsumen yang akan menikmati manfaatnya, jika memang yang murah yang dicari tentunya pilihan akan tetap jatuh pada batik printing.
Barangkali yang jadi perhatian khusus seharusnya ditujukan kepada para produsen batik printing, agar terus mengupayakan perbaikan kualitas produknya, lebih banyak mendulang inovasi baik desain maupun teknik produksi. Karena bagaimanapun "booming" batik printing jangan menjadi bumerang dikemudian hari bagi para konsumen. Moment yang baik ini harus lebih ditunjang dengan beragam upaya terobosan invasi baru, karena suatu saat ada masanya titik kebosanan akan muncul pada para konsumen.
Demikian ,semoga tulisan yang sederhana ini akan mampu memberikan masukan yang positif bagi "dunia batik" kita. Semoga lebih meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha batik di negeri sendiri.

Penulis,
Halimi,SE,MM.

Monday, October 18, 2010

Martabak Telur




















RESEP MASAKAN INDONESIA

RESEP MARTABAK TELUR SPESIAL

Bahan Kulit Martabak :

  • 100 gram tepung terigu
  • air matang secukupnya
  • 2 sdm telur kocok lepas (diambil dari telur untuk adonan isi)
  • 1 sdm minyak/margarine cair
  • garam secukupnya

Bahan Isi Martabak :

  • 300 g daging giling
  • 1 batang daun bawang iris, dicampurkan saat menumis daging giling
  • 4 batang daun bawang iris
  • 6 sdm bawang bombay iris
  • 4 bawang putih, haluskan
  • 1 sdt curry powder
  • 6 butir telur
  • merica dan garam secukupnya.

Saus Martabak :

  • 2 sdm kecap asin
  • 1 sdt air asam jawa
  • garam & gula pasir secukupnya (sesuai selera)
  • 1 sdm saus tomat
  • 1 sdm sambal botol (bisa diganti irisan cabai rawit hijau)
  • irisan ketimun
  • 2 sdm air matang
Cara Membuat Kulit Martabak :
  1. Campur tepung terigu dengan minyak/margarine cair, telur dan garam, tambahkan air sedikit demi sedikit sambil diuleni hingga adonan kalis.
  2. Bagi adonan menjadi 2 bagian, bulatkan dan rendam dengan minyak goreng.
  3. Diamkan selama 1-2 jam. Untuk 1 jam pertama adonan harus terendam semua dalam minyak goreng, untuk 1 jam berikutnya angkat adonan yang masih terlumuri dengan minyak tempatkan dalam wadah/mangkok, dan tutup dengan kain/serbet

Cara Membuat Isi Martabak :

  1. Tumis bawang bombay, bawang putih, hingga harum, masukkan daging giling, curry powder,merica, irisan dari 1 batang daun bawang dan garam.
  2. Aduk-aduk hingga daging matang dan air yang keluar dari daging giling menyusut. Angkat. Sisihkan, bagi menjadi 2 bagian.
  3. Kocok 4 butir telur (sebelumnya sudah diambil 2 sdm untuk campuran bikin adonan kulit), buat orak-arik setengah matang. Sisihkan., bagi menjadi 2 bagian.

Cara Membuat Saus Martabak :
Campur semua bahan kuah menjadi satu.

Penyelesaian :

  1. Ambil 1 bagian adonan kulit, pipihkan dengan telapak tangan bawah jempol arah melingkar sehingga agak melebar. Pegang kedua ujung adonan, putar dari sisi kiri kekanan kembali ditempat semula berulang-ulang sehingga adonan menjadi tipis (bisa juga dengan digilas-gilas).
  2. Ambil mangkok, isi dengan 1 buah telur kocok, daging giling,orak-arik telur, irisan 2 batang daun bawang,garam, merica. Aduk-aduk. Untuk adonan kulit yang kedua, kerjakan cara yang sama dengan adonan kulit yg pertama, begitu juga untuk isinya.
  3. Panaskan minyak di wajan ceper yang agak besar, masukkan adonan kulit yang sudah ditipiskan. Isi bagian tengahnya dengan adonan dalam mangkok tadi, lipat bagian pinggir kulit kearah tengah, hingga tertutup rapat, goreng sampai matang. Angkat. Sajikan selagi panas/hangat dengan kuahnya.

Untuk : 2 buah martabak (6 iris/buah)


English:

INDONESIA recipes
SPECIAL EGG RECIPES Martabak

Leather Materials Martabak:

* 100 grams of wheat flour
* Boiled water to taste
* 2 tablespoons egg beaten off (taken from egg to batter the content)
* 1 tbsp oil / liquid margarine
* Salt to taste

Material Content Martabak:

* 300 g ground beef
* 1 leek thinly, saute ground beef mixed time
* 4 leeks sliced
* 6 tablespoons chopped onion
* 4 garlic, puree
* 1 teaspoon curry powder
* 6 eggs
* Pepper and salt to taste.

Martabak Sauce:

* 2 tablespoons soy sauce
* 1 tsp tamarind water
* Salt & sugar to taste (optional)
* 1 tbsp tomato sauce
* 1 tablespoon chili sauce bottle (can be replaced sliced green chili sauce)
* Cucumber slices
* 2 tablespoons boiled water

How to Make Skin Martabak:

1. Mix the flour with the oil / liquid margarine, eggs and salt, add water gradually until dough is smooth while diuleni.
2. For the dough into 2 parts, round and soak it with cooking oil.
3. Let stand for 1-2 hours. For 1 hour the first batter should be submerged all the cooking oil, for the next 1 hour and lift the dough is still terlumuri with oil placed in a container / bowl, and cover with a cloth / towel

How to Make Content Martabak:

1. Saute onion, garlic, until fragrant, put ground beef, curry powder, pepper, chopped 1 stalk of green onion and salt.
2. Stir until meat is cooked and water out of the ground beef shrinks. Lift. Set aside, for those into 2 parts.
3. Beat 4 eggs (previously had taken a mixture of 2 tablespoons to make a dough skin), make a half-cooked scrambled. Set aside., Divided into 2 parts.

How to Make Sauce Martabak:
Mix all sauce ingredients together.

Completion:

1. Take 1 portion dough skin, pipihkan with your palm under the thumb of a circular direction, so a bit wide. Hold both ends of the dough, turn from the left side to right back its original place repeatedly so that the dough into a thin (can also run over-roller).
2. Take a bowl, fill with 1 piece of beaten eggs, minced meat, scrambled eggs, sliced 2 stalks green onion, salt, pepper. Stir. To batter a second skin, doing the same manner as the first batter who skin, as well as to its content.
3. Heat oil in a rather large flat pan, put the dough that has been thinned skin. Fill the center with the dough in the bowl before, fold the edges of the skin towards the middle, to the closed meeting, fry until cooked. Lift. Serve while hot or warm with sauce.

To: 2 pieces martabak (6 slices / fruit)

Liputan Kunjungan ke Griya Batik Sekar Mulya, Salatiga

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Griya Batik Sekar Mulya, Salatiga

Kali ini, saya ingin mengajak pembaca blog Timikaunique jalan-jalan ke kota Salatiga.  Sebuah kota kecil di Jawa Tengah, yang masuk dalam Kabupaten Semarang.  Kok Salatiga sich? Ya…karena saya kelahiran Salatiga dan untuk sementara ini tinggal di kota ini untuk persiapan melahirkan anak-2 yang diperkirakan lahir awal bulan Desember ini.  Doakan ya para pembaca, semoga persalinannya lancar.

Hari Minggu kemaren, tepatnya tanggal 17 Oktober 2010, saya berkesempatan untuk mengunjungi sebuah Griya Batik di daerah Magersari, Tegalrejo.  Nama Griya Batik tersebut adalah Sekar Mulya.  Awal cerita suatu pagi saya membaca koran Suara Merdeka, yang menampilkan artikel tentang Batik Plumpungan yaitu batik yang menjadi ciri khas kota Salatiga.  Nah Griya Batik ini menawarkan batik Plumpungan di tokonya yang baru saja di buka dan diresmikan oleh walikota Salatiga.  Karena penasaran, saya cari informasi lebih lanjut tentang batik tersebut lebih dahulu di internet.  Dan ini mungkin bisa menjelaskan tentang batik Plumpungan;

Batik Plumpungan diambil dari Batu Prasasti Plumpungan, simbol kelahiran dari Kota Salatiga, di tandai dengan motif dua batu lonjong yang saling berimpitan

Saat itu saya belum ada gambaran sama sekali seperti apa batiknya karena saya browsing lewat HP, jadi daripada penasaran saya langsung meluncur ke lokasi Griya Batik.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Batik Plumpungan, di tandai dengan motif batu lonjong yang saling berimpitan

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Ragam Batik Plumpungan yang di kembangkan oleh Griya Batik Sekar Mulya

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Deretan Batik Plumpungan yang cantik dan ceria

Batik Plumpungan, di tandai dengan cecek berupa bulatan-bulatan kecil menyerupai batu (kain deretan paling bawah), selain itu juga di tambah dengan motif-motif flora seperti bunga, daun.  Warnanya cantik-cantik, bukan?'

Pada foto di atas, material yang di pakai adalah katun Prismina dan kain Dobi.  Harganya bervariasi tergantung dari jenis kain dan kualitas kain. Kain Dobi itu bahannya sedikit licin tapi ringan dan dingin kalau di pakai.

Selain mengembangkan batik Plumpungan, Griya Batik Mulya juga mengembangkan Kain Tenun Printing dengan motif Plumpungan.  Jadi bukan jenis Kain tenun ATBM namun di cetak jadi menyerupai kain tenun.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA          OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Kain Tenun Printing motif Plumpungan yang dikembangkan oleh Griya Batik Mulya

Di Griya Batik, saya juga berkesempatan melihat-lihat koleksi batik dari daerah lain yaitu Batik Madura, Batik Pekalongan dan Batik Boyolali. YAY.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Batik Madura bercirikan motif yang “ramai” (deretan atas)
OLYMPUS DIGITAL CAMERA         Batik Boyolali bercirikan gurat-gurat / garis-garis

Saya terus terang senang sekali bisa berkunjung ke Griya Batik ini, tempatnya bersih dan asri.  Selain itu, saya bisa melihat-lihat koleksi batik dari daerah lain (Batik Madura, Pekalongan, kain ikat Jepara dan Boyolali).  Sesuatu yang belum pernah saya alami sebelumnya. Dan karena masih grand opening, ada diskon 20% lhoooo. 

Sebelum berpamitan pulang, saya menggunakan kesempatan ini untuk berfoto bersama putri saya dan keponakan saya yang cantik-cantik.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
 What a lovely day….
Jika ada pembaca Blog Timikaunique yang tertarik untuk mengoleksi Batik Plumpungan, bisa hubungi saya melalui Email: ChandraMalini81@gmail.com atau sms ke nomor: 081-393-004879.  Saya dengan senang hati akan membantu.

Untuk warga kota Salatiga dan sekitarnya yang ingin mampir ke Griya ini, silahkan di catat alamat di bawah ini;
Griya Batik Sekar Mulya Jln. Tidore No.83C Magersari, Tegalrejo, Salatiga – Jawa Tengah
Telp / Fax: (0298) 323818

Semoga celotehan saya kali ini berkenan di hati pembaca sekalian.  Semoga lain waktu saya bisa ‘meliput’ behind the scene Batik Papua (karena rencananya saya akan mengunjugi proses pembuatan batik Papua jika Allah SWT memberi izin).

Salam saya dari Salatiga,
Ibu Chandra

Saturday, October 16, 2010

Kontes Batik Di Plasa.Com

Happy Batik Day :)

Timikaunique ikut memeriahkan Perayaan Hari Batik 2 Oktober 2010 lalu dengan memasang widget Batik Badge di sebelah kanan side bar ^___^

Plasa dot com menyelenggarakan Kontes Photo Batik, be batik be plasa dari Tanggal 2 Oktober – 31 Oktober 2010.  Jadi, jika kamu punya foto dirimu sedang memakai Batik Papua atau batik lainnya, silahkan ikutan kontes ini.  Berhadiah pula lho….

Saya sendiri ingin ikut, namun sedang mempersiapkan Photonya.  Tertarik? Silahkan klik link berikut ini: Kontes Batik di Plasa.com

Mari kita ikut melestarikan warisan budaya Indonesia yang sudah di akui oleh UNESCO dengan bangga memakai baju batik.


Ibu Chandra

Wednesday, October 13, 2010

Batik Cirebon - membentang dari keraton hingga pesisir


Cirebon. Salah satu kota di propinsi Jawa Barat ini menjadi salah satu pilar perkembangan kebudayaan batik di Indonesia. Keunikan motif dan warnanya yang berbeda dari batik daerah lain seperti Solo dan Jogja, memberi nuansa tersendiri pada khazanah kain tradisional Indonesia.



Perkembangan sejarah batik Cirebonan tidak bisa dilepaskan dari pengaruh perpaduan budaya China dan tradisi religius Islam. Pernikahan putri China dengan Sunan Gunung Djati menjadi pembuka masuknya unsur kebudayaan China dalam kehidupan keraton, baik Kasepuhan dan Kanoman, dan masyarakat Cirebon. Simbol-simbol budaya negara tirai bambu seperti phoenix, naga, kupu-kupu dan awan menjadi inspirasi pebatik keraton untuk menuangkannya dalam karya batik. Motif margasatwa atau alam tersebut dimodiifikasi menyesuaikan dengan penduduk yang kebanyakan beragama Islam dan karena pengharuh keberadaan anggota tarekat Islam yang konon juga menjadi pebatik keraton. Dari sini lahirlah batik Cirebonan klasik dengan motif yang cukup terkenal seperti Singa Payung, Mega Mendung, Paksinaga Liman, Patran Keris, Sawat Penganten, Ayam Alas, dan masih banyak lagi. Motif mega mendung misalnya, mengandung makna perjalanan manusia dan dunia yang luas. Sedangkan motif singa payung menggambarkan kehidupan yang dinamis.

Karakteristik khusus batik Cirebonan klasik lainnya antara lain:
  1. Terdapat unsur hiasan berbentuk awan (mega) yang disesuaikan dengan motif utamanya dan kerap mengikutsertakan motif batu cadas pada bagian motif tertentu.
  2. Latar kain cenderung kosong tanpa ragam hiasan.
  3. Dasar kain memiliki warna lebih muda dari warna garis pada motif utamanya.
  4. Garis motif pada batik memakai garis tunggal dan tipis kurang dari 0,5mm.
  5. Warna batik didominasi warna kuning (sogan gosok), hitam dan warna dasar krem, atau berwarna merah tua, biru tua, hitam dengan dasar warna kain krem atau putih gading.
  6. Warna merah dan biru merupakan representasi maskulinitas karena dulunya pekerjaan membatik dilakukan pria.
  7. Dalam proses pengerjaan penutupan, menggunakan canting tembok dan bleber (alat membatik yang terbuat dari batang bambu yang ujungnya diberi potongan benang katun tebal yang dimasukkan salah satu ujung bambu).
Selain batik klasik, terdapat pula kelompok batik Cirebon pesisiran dengan ciri khas yang berbeda, seperti:
  1. Cenderung dipengaruhi oleh budaya luar dan mengikuti selera pasar.
  2. Menggunakan lebih banyak warna sehingga batik yang dihasilkan berwarna lebih cerah dan terang.
  3. Memiliki motif yang memadukan beragam unsur flora dan fauna.
Daerah sentra pengembangan batik Cirebonan saat ini berada di desa Trusmi Plered Cirebon. Tidak hanya batik tulis saja yang dikembangkan, tetapi pengrajin juga memproduksi batik cap dan gabungan batik tulis cap. Munculnya sejumlah showroom batik di sepanjang jalan utama desa Trusmi membuktikan industri batik di daerah ini tumbuh pesat.
Batik Cirebon motif Singa Payung

(posted by Jeng Lili)

http://warisankainpusaka.blogspot.com/2010/03/batik-cirebon-membentang-dari-keraton.html

Menjaga Batik Agar Tak Jadi Tren Sesaat



Jakarta (ANTARA News) - Pernahkan Anda membuka almari pakaian dan menghitung jumlah batik di situ? Atau sekedar duduk di warung kopi dan menghitung jumlah orang berpakaian batik di depan Anda?

Semenjak diakuinya batik sebagai budaya tak benda warisan manusia Indonesia oleh UNESCO satu tahun lalu, diikuti penetapan 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, antusiasme masyarakat Indonesia untuk mengenakan batik melonjak.

Jika 10 tahun lalu mungkin hanya orang tua yang mengenakan batik --itu pun sebagai kain panjang atau kemeja resmi-- maka sekarang remaja dan kalangan muda usia produktif pun makin nyaman beraktivitas berbusanakan batik.

Batik tak lagi muncul dalam acara-acara resmi yang membosankan, namun juga dalam gaya-gaya kasual nan `chic` serta segar.

Batik berevolusi dalam segala bentuk busana seiring dengan imajinasi dan kreativitas perancang busana ternama Indonesia.

Selain deretan rancangan adibusana yang mewah, batik juga tampil dalam berbagai desains santai yang jauh lebih sederhana dengan harga jauh lebih murah.

Dari Presiden, kalangan profesional, artis terkenal, anak-anak sekolah, hingga tukang becak di sudut jalan, mengenakannya karena batik tak mengenal status sosial.

Tapi euforia itu tampaknya tak cukup bagi seorang Edward Hutabarat. Perancang busana nasional ternama ini ingin mengajak masyarakat Indonesia tidak hanya mengenal lembar demi lembar batik secara fisik, namun juga mengetahui cerita di balik pembuatan batik.

"Seseorang boleh jadi memiliki puluhan koleksi busana batik dan mampu menyebutkan perbedaan setiap coraknya dengan fasih, namun tidak setiap orang mengetahui "backstage" (kisah di balik) setiap jenis batik," kata Edward dalam peluncuran kampanye "Cintaku Pada Batik Takkan Pernah Pudar" di Museum Nasional, Jakarta, Jumat.

Tampil dalam balutan kemeja batik lengan pendek bercorak biru dengan dasar putih, pria kelahiran Tarutung, Sumut, itu mengungkapkan kekhawatirannya apabila batik hanya menjadi tren sesaat yang hilang begitu bergeraknya sang waktu.

Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya membangun kesadaran pada masyarakat Indonesia agar batik tidak hanya menjadi tren sesaat. "Agar identitas dan kecintaan batik di kehidupan modern ini tidak memudar," katanya.

Masyarakat Indonesia, katanya, mengemban tanggung jawab besar untuk melestarikan batik sebagai warisan budaya bangsa.

Untuk itu, dia menganjurkan setiap orang mengetahui "backstage" setiap jenis batik di Indonesia, minimal batik yang menjadi koleksinya.

"Jangan hanya batiknya, tetapi misal kuliner dari daerah itu, bagaimana kehidupan masyarakatnya, atau kesenian yang lain," kata pria yang mengaku telah melakukan perjalanan ke Cirebon, Pekalongan, Yogya, Solo dan sejumlah kota penghasil batik lainnya.

Dengan bangga dia menunjukkan sejumlah koleksi foto yang menjadi bukti bagian dari perjalanannya menemukan akar dari setiap lembar kain batik yang menjadi ciri khas daerah-daerah yang membuatnya.

"Batik tidak hanya sekedar wujud fisik busana khas Indonesia, melainkan terdapat proses panjang, cita rasa dan estetika yang dibalut dengan perasaan dalam pembuatannya," katanya.

Edward yang sore itu menampilkan beberapa koleksi terbarunya menegaskan bahwa setiap goresan canting dalam proses pembuatan batik melibatkan emosi dan memesankan banyak aspek kehidupan lingkungan sekitarnya.

Tradisi Indonesia

Kapan tepatnya orang Indonesia mengenal batik dan muasal kata batik menjadi perdebatan hingga sekarang sekalipun sejumlah pihak menyebutkan batik telah menjadi bagian kehidupan rakyat Indonesia sejak era Majapahit.

Namun sebuah foto keluarga RA Kartini yang berusia lebih dari 100 tahun lalu menunjukkan bahwa lebih dari 100 tahun lalu masyarakat Indonesia, Jawa khususnya, telah sangat akrab dengan batik.

Di Indonesia, tradisi membatik diturunkan dari generasi ke generasi, dari ibu kepada anaknya, dari nenek kepada cucunya.

Oleh karena itu, pada zaman dahulu satu asal motif dapat dikenali dari keluarga tertentu dan menunjukkan status seseorang.

Menurut Edward, setidaknya perlu 20-25 tahun sampai seseorang diakui seniman batik ulung.

"Butuh 20-25 tahun untuk dapat menggambar seluruh jenis motif batik, karena batik lebih dari sekedar menggambar di atas kain, ini adalah pekerjaan yang dilakukan dengan hati," katanya.

Sejumlah kota di Pulau Jawa hingga Madura dikenal memiliki corak kain batik yang sangat khas.

Batik-batik dari pesisir --Pekalongan, Cirebon, Tuban-- memiliki corak dan warna yang lebih beragam karena interaksi warga setempat dengan para pendatang.

Pengaruh asing itu memperkaya kreasi batik, sampai-sampai di era penjajahan Eropa muncul motif bunga tulip dan kereta kuda dalam batik.

Sementara itu batik-batik dari Yogya dan Solo cenderung mengambil warna tanah dengan motif-motif rumit dan kecil.

Edward lalu berbagi tips merawat kain atau busana batik agar warnanya tetap cemerlang, tidak pudar dan tahan lama.

Ia menuturkan, untuk mencuci selembar kain batik koleksinya yang berusia sekitar 50-an tahun dibutuhkan perlakuan-perlakuan khusus.

"Saya menggunakan air panas dan menyiapkan empat ember air untuk mencuci satu lembar kain batik kuno," katanya, didampingi Senior Manager Product Development PT KAO Indonesia Seiji Kikuta.

Pria kelahiran 31 Agustus itu mengatakan satu ember berisi air panas sedangkan tiga ember yang lain berisi air dingin.

"Sabun pencuci dilarutkan dalam air panas, lalu kain direndam. Kemudian kain itu dipindahkan ke tiga ember yang lain bergantian," katanya.

Kemudian, kata dia, kain batik ditumpuk dengan handuk kering dan dijemur dengan menggunakan peralon (pipa plastik) atau bambu.

Sementara Kikuta yang sore itu mengenakan batik lengan panjang bewarna merah mengakubahwa KAO memahami kesulitan dan kekhawatiran konsumen Indonesia saat mencuci batik kesayangannya.

Dan itulah yang menginspirasi perusahaan global yang telah lebih dari 25 tahun berada di Indonesia itu untuk menawarkan inovasi baru; pencucian modern, praktis dan lembut untuk menjaga warna batik tidak pudar.

"Kami ingin memberikan sebuah inovasi khusus untuk masyarakat Indonesia," katanya dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.

Peluncuran kampanye "Cinta Pada Batik Takkan Pernah Pudar" itu ditutup peragaan busana 17 karya Edward yang keseluruhannya merupakan busana wanita.

Perancang yang telah menggeluti dunia busana selama 30 tahun itu kali ini menggunakan batik bercorak mega mendung dan pagi-sore dalam berbagai busana kasual, mulai dari jas pendek, rok bergaya babydoll, jaket panjang, gaun berpotongan lebar di bagian bawah dan gaun-gaun bermodel kemben.

Melalui peragaan ini, Edward agaknya ingin memberi teladan tentang bagaimana kita seharusnya memberlakukan batik, agar budaya bangsa yang telah diakui di kancah internasional ini tidak menjadi tren sesaat.(*)

G003/AR09

COPYRIGHT © 2010

http://www.antaranews.com/berita/1285975178/menjaga-batik-agar-tak-jadi-tren-sesaat

“Mega Mendung” gaun Qory Sandioriva di Miss Universe

Gelaran Miss Universe 2010 telah digelar, dan wanita cantik asal Meksiko, Jimena Naverette terpilih sebagai Miss Universe 2010.




Puteri Indonesia 2009, Qory Sandioriva, yang mewakili Indonesia untuk

mengikuti gelaran tahunan ini gagal menjadi Miss Universe 2010, jangankan menjadi finalis untuk menembus 15 besar pun Qory gagal. Hal ini berbeda dengan polling, Qory ada di urutan ke-8 polling finalis terfavorit. Saingan terdekatnya adalah finalis asal Guatemala dan Thailand. Sayangnya polling tersebut tidak termasuk dalam penilaian para juri Miss Universe.

Kegagalan Qory ditengarai karena kurang mahirnya bahasa Inggris Qory dalam menjawab pertanyaan juri dalam. Hal ini yang menjadi kritikan kepadanya. Sebagian yang mengkritik berujar kalau gadis berdarah Aceh itu menggunakan bahasa Inggris yang sulit dimengerti, bahkan ada pihak yang menyarankan Qory untuk menjawab dengan berbahasa Indonesia saja. Walaupun demikian ada yang mendukung Qory, si pendukung menyebut Qory berhasil masuk peringkat beauty talk (berbicara dan menjawab pertanyaan dengan kharismatik) dalam sesi wawancara

Tetapi yang membuat penulis bangga, pada malam Grand Final Miss Universe 2010 yang diselenggarakan di Mandalay Bay Resort and Casino, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat pada 23 Agustus 2010, Qory Sandioriva, Puteri Indonesia 2009 yang mewakili Indonesia
mengenakan gaun malam dengan menonjolkan motif Mega Mendung yang artinya tempat tertinggi.

Salah satu motif batik khas Cirebon ini rupanya telah mendunia, kami masyarakat Cirebon tentu bangga dan senang karena motif batik Mega Mendung menjadi pilihan designer busana Puteri Indonesia 2009, dalam ajang Miss Universe 2010.

Gaun malam yang akan dikenakan Qory tersebut didominasi dengan warna perak pada bagian dasar kain yang terbuat dari material bahan tenun lame, yang mana pada permukaan kainnya dihias dengan motif Mega Mendung yang di rangkai dari mote berwarna perak kebiruan, biru muda, dan biru tua yang jumlahnya kurang lebih 3 (tiga) kilogram yang diaplikasikan pada kain dengan teknik pengerjaan tangan.

“Qory sendiri telah diinformasikan mengenai makna dari baju yang dikenakan. Hal ini penting agar Qory dapat bercerita kepada para finalis atau juri Miss Universe bahwa Indonesia punya kekayaan budaya dan alam yang dibanggakan,” terang Lenny.
Lenny merupakan designer muda Indonesia, dia berharap agar Qory bisa mencapai prestasi setinggi-tingginya di ajang Miss Universe.

Walaupun akhirnya Qory Sandioriva, gagal melaju final, tetapi kami, khususnya masyarakat Cirebon, bangga dan berterima kasih kepada desainer Lenny atas dipilnya Mega Mendung sebagai gaun Qory. Hal ini merupakan promosi batik Cirebon dan batik Indonesia di mata dunia.

http://finunu.wordpress.com/category/foto-sexy



Batik Mega Mendung di tangan desainer Malaysia

Batik Cirebon khususnya motif Mega Mendung banyak menjadi pilihan desainer-desainer Indonesia, berbagai macam busana pria dan wanita bermotifkan mega mendung yang merupakan ciri khas batik cirebon telah banyak dibuat oleh desainer2 dalam negeri.

Ternyata motif Mega Mendung tidak hanya menarik bagi desainer dalam negeri saja, tetapi desainer dari negeri jiran Malaysia juga dengan motif yang satu ini.

Salah satunya RIZALMAN IBRAHIM, desainer muda dari negeri jiran ini tertarik menggunakan motif Mega Mendung dalam karya-karya desain busananya.

Ini dia karya-karyanya…..

__________________________________________________________

_________________________________________________________

________________________________________________________

__________________________________________________________

_______________________________________________________

______________________________________________________

____________________________________________________

http://finunu.wordpress.com/2010/07/16/batik-mega-mendung-di-tangan-desainer-malaysia/