Monday, January 31, 2011

Batik Papua Printing Style Update 1 Februari 2011

motif figure cicak
Kode Barang: BP001
Harga: Rp. 42.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP002
Harga: Rp. 62.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun + Prada (Tinta Emas)
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP004
Harga: Rp. 57.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun Bledak*
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP006
Harga: Rp. 67.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun Bledak + Tinta Emas
P5220511
Kode Barang: BP008
Harga: Rp. 62.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP010
Harga: Rp. 47.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun Bledak*
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP011
Harga: Rp. 42.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP012
Harga: Rp. 42.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP013 STOK HABIS
Harga: Rp. 42.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP020
Harga: Rp. 67.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP021
Harga: Rp. 67.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun Bledak* + Tinta Emas
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP022
Harga: Rp. 62.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP023 – Warna Hitam (STOK HABIS)
Harga: Rp. 42.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP024 – Warna Hijau Tua STOK HABIS
Harga: Rp. 42.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP026
Harga: Rp. 47.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun Bledak*
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP027
Harga: Rp. 57.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun Bledak*
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP028 STOK HABIS
Harga: Rp. 42.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP029 STOK HABIS
Harga: Rp. 42.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP031
Harga: Rp. 42.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP032
Harga: Rp. 42.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP036
Harga: Rp. 42.500,00 / meter (Tidak termasuk Ongkos Kirim)
Material: Katun
****************************************************************************************************************
Tertarik? Silahkan kirim e-mail ke ChandraMalini81@gmail.com atau sms ke no. 081-393-00-4879.
Keterangan: Bledak artinya kain katun di celup dengan teknik pewarnaan tertentu sehingga menghasilkan efek warna tertentu

Happy Shopping
Ibu Chandra
Reseller Batik Aneka Papua

Sunday, January 30, 2011

Batik Printing Update per tanggal 31 Januari 2011

motif patung 1
Kode Barang: BP003
Harga: Rp. 57.500,- / meter (Exclude Ongkir)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP007
Harga: Rp. 67.500,00 /m (Exclude Ongkir)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP014 STOK HABIS
Harga: Rp. 67.500,00/m (Exclude Ongkir)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP015 STOK HABIS
Harga: Rp. 67.500,00/m (Exclude Ongkir)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP016 STOK HABIS
Harga: Rp. 67.500,00/m (Exclude Ongkir)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP017
Harga: Rp. 70.000,00/m (Exclude Ongkir)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP018
Harga: Rp. 67.500,00/m (Exclude Ongkir)
Material: Katun
OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Kode Barang: BP019
Harga: Rp. 67.500,00/m (Exclude Ongkir)
Material: Katun

Tertarik?
Hubungi kami melalui Email: ChandraMalini81@gmail.com atau SMS ke No. hp 081-393-00-4879
Ibu Chandra
Reseller Produk Batik Papua Aneka

Friday, January 28, 2011

Some Blog Banners I have recently done

Also my New store is open!! All Custom and Graphic will be here now Fly Bird Fly Designs

Tuesday, January 18, 2011

Batik Tulis Papua Ready Stock per 17 Januari 2011

Amole!
Berikut ini adalah Batik Tulis Papua dengan material katun yang ready stock per 17 January 2011.
BT 01 fb
                          Kode Barang: BT-01
BT 02 fb
                      Kode Barang: BT-02
BT 03 fb
                   Kode Barang: BT-03
BT 04 detail fb
                Kode Barang: BT-04
BT 05 fb
                 Kode Barang: BT-05 STOK HABIS

Keterangan:
  1. Material: Katun
  2. Panjang: 3 meter x 1 meter
  3. Harga: Rp. 235.000,- untuk pembelian 1 potong
  4. Untuk pembelian lebih dari 3 potong ada diskon khusus (HARGA EXCLUDE ONGKIR dari Timika, Papua)
Jika berminat hubungi kami melalui Email: ChandraMalini81@gmail.com atau no hp: 081-393-004879 atau kunjungi Fan Page Batik Papua di Facebook.
- BATIK PAPUA-

Monday, January 17, 2011

Color Monday

1.Sin Titulo 2.Summer is when 3.tara lee 4.Grasshopper 5.Asagaya

Sunday, January 16, 2011

Coming Soon

www.flybirdflydesigns.etsy.com

Saturday, January 8, 2011

Night Market Opening Celebration Sekaten 2011

During the opening ceremony of the Night Market Sekaten Celebration 2011, Friday (7 / 1), access to the Yogyakarta Kilometer Zero Point will be closed about 4.5 hours starting at 13:30 am until 18:00 pm."During the opening ceremony held Sekaten Celebration Night Market, access to the Kilometer Zero Point will be closed in full since at 13:30 pm and before 06.00 pm since the system will be open

Wednesday, January 5, 2011

Sentra kain nusantara


Beragam motif indah yang menghiasi kain tradisional dihasilkan oleh perajin kain yang tersebar di penjuru nusantara. Di sudut-sudut desa dan kampung, mereka berusaha mengolah peninggalan budaya ini sehingga keberadaannya langgeng. Mengenal sentra pembuatan kain adalah salah satu cara membantu pelestarian kain pusaka.

  1. Desa Muara Penimbung, Palembang


Desa ini terletak sekitar 35 km dari pusat kota Palembang. Awalnya perajin kain disini hanya berjumlah 5 orang ketika pusat songket ini berdiri tahun 1990. Kini, hampir seluruh penduduk wanita desa turut serta mengolah songket. Harga yang ditawarkan disini mulai dari ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah. Motif yang tersaji dalam tiap helai kain terdiri dari motif tumbuh-tumbuhan, geometris dan campuran keduanya. Masing-masing memiliki makna, misalnya aroma bunga semerbak menggambarkan kebajikan dalam kehidupan.

  1. Kampung Molo, So’e, Nusa Tenggara Timur


Perkampungan ini bisa dicapai dengan jarak kurang lebih 6 jam dari bandara di Kupang. Kain berasal dari Molo tergolong langka karena kain tenun yang diproduksi menggunakan benang kapas asli. Keunikan kain ini juga terletak dari motif bolak-baliknya yang membuat kain lebih ringan. Warna tenun Timor umumnya lebih cerah dibandingkan tenun dari Flores dan Sumba.

  1. Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara


Bagi masyarakat Buton, tenun memiliki makna khusus sebagai perlambang identitas diri dan sosial. Dari jenis kain yang dikenakan, kita bisa mengenali apakah seseorang berasal dari kalangan bangsawan atau kebanyakan, apakah seorang wanita Buton sudah menikah atau belum. Motif tenun umumnya dibedakan menjadi dua macam: katamba atau motif kotak-kotak untuk pria, dan bebam tetanu atau motif garis lurus untuk perempuan. Harga kain disini berkisar antara ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

  1. Laweyan dan Kauman, Solo


Bisa dikatakan inilah sentra kain yang cukup populer di Indonesia, terutama setelah pamor batik meningkat. Sebagian besar batik yang kita jumpai di pasar Klewer, Solo, diproduksi di Laweyan. Sementara kampung Kauman, banyak memenuhi pesanan batik dari keluarga kraton. Pelatihan pembuatan batik juga kerap digelar di kampung ini.

  1. Pandai Sikek, Padang Panjang, Padang


Terletak sekitar 10 km dari kota Padang, sentra tenun ini berdiri di sebuah jalan sempit yang panjang. Di sepanjang kanan kiri jalan tersebut dapat terlihat tenun aneka motif dan warna yang dipajang di banyak rumah. Kebanyakan motif songket Pandai Sikek bertema alam, misalnya bunga, burung dan gunungan. Untuk memperindah songket, motif yang berbeda diaplikasikan pada kepala, badan dan tepian kain.

(Sumber: Majalah Femina,no. 37/XXVIII)


posted by: Jeng Lily

Tuesday, January 4, 2011

Batik Jambi, Si Langka dari Pulau Sumatra

                                                        Motif Duren Pecah
                                                                                       by: Rumah Batik Zhorif
Apa yang terlintas di benak kita ketika mendengar kata Batik? Kain, Kota Jogjakarta, Batik Solo atau pulau Jawa ….. Pasti tidak jauh- jauh dari kosakata itu. Jika membahas kain tradisional yang satu ini, pasti kita tidak menyangka kalau sebuah propinsi di Pulau Sumatra juga memiliki kain Batik. Kebanyakan kain tradisional di Pulau Sumatra dibuat melalui proses tenun seperti songket, ulos, dan tapis. Tetapi Propinsi Jambi memiliki kain yang unik yang berbeda dari propinsi lainnya di Pulau Sumatra, yaitu Batik Jambi. Batik Jambi ini seperti Batik-Batik lainnya yang berasal dari Pulau Jawa, yaitu melalui proses pelukisan dan pencelupan.

Kisah Batik Jambi juga erat dengan Pulau Jawa. Kisahnya berawal dari Haji Muhibat yang berasal dari Jawa, datang bersama keluargnya dan kemudian menetap di Jambi. Kemudian ia memperkenalkan Batik dan cara pengolahannya. Sejak saat itu Batik mulai dikenal di Jambi sampai saat ini, tentu saja motifnya disesuaikan dengan selera masyarakat Jambi. Pada waktu itu motif yang banyak digambar adalah ukiran-ukiran yang terdapat di rumah adat Jambi.

Keragaman Batik Jambi dibagi berdasarkan Kabupaten di propinsi Jambi. Kebanyakan motif Batik Jambi terinspirasi dari kehidupan sehari-hari seperti sungai Batanghari, buah-buahan, binatang, dedaunan, dan alat transportasi. Karena motif yang sangat merakyat, maka motif Batik Jambi ini tidak ditujukan untuk kalangan tertentu atau kelas tertentu. Jika ada kalangan bangsawan yang memakai motif yang eksklusif, kebanyakan disebabkan karena motif tersebut masih baru dan seiring dengan waktu motif tersebut juga akan populer di masyarakat umum. Ini mirip dengan Batik Tatar Sunda baik dari penggambaran motif dan juga aturan pemakaiannya. Berikut ini adalah beberapa daerah dengan motif khasnya:

• Jambi: Batanghari, Merak Ngeram, Durian Pecah, Kapal Sanggat, Kuao Berhias.
• Kerinci: Encong Kerinci, Daun The, Bungo Kopi.
• Tanjung Jabung Barat : Cumi-cumi, Kerang, Kepiting
• Sarolangun: Panah Kubu, Daun Jeruk.
• Bungo: Gajah, Bungo Bangkai.
• Muaro Jambi: Candi Muaro Jambi, Nanas.
• Tebo: Daun Karet, Lebah Madu, Bungo Cabe.
• Batanghari: Bungo Sawit, Perahu Pencalong.

Khusus motif Encong Kerinci bukan berupa gambar tetapi tulisan asli Jambi. Pada mulanya pewarna yang digunakan adalah pewarna alam, yaitu; warna kuning kemerahan dihasilkan oleh kayu sepang, warna merah kecoklatan dihasilkan oleh kayu ramelang, warna kuning dihasilkan oleh kayu lambato, dan warna biru berasal dari kayu nilo.

Seperti kain tradisional lainnya yang mempunyai makna filosofis di balik keelokkan motifnya, Batik Jambi pun mempunyai arti di setiap motifnya:
• Kapal Sanggat: artinya agar selalu berhati-hati dalam mengarungi kehidupan.
• Duren Pecah: artinya dalam menghadapi suatu masalah harus didasari oleh kematangan iman dan takwa serta ilmu pengetahuan agar hasilnya baik bagi orang dan keluarga tersebut.
• Kuao Berhias: artinya baik bagi seseorang mengetahui kekuatan dan kelemahan dirinya sendiri agar selalu berhasil dalam bertindak.

Batik Jambi juga mengenal proses pembuatan Batik dengan cap sama dengan Batik Jawa pada umumnya. Metode ini mempunyai dua jenis cap, kalau pada jaman dulu cap yang digunakan berukuran besar( ukuran 20x20 cm atau 20x25 cm) dan biasa yang mengerjakan adalah laki-laki, sekarang telah dibuat cap yang lebig kecil berukuran 2x2 cm sampai 15x15 cm sehingga dapat dikerjakan oleh para wanita dan remaja. Walaupun proses pembuatannya menggunakan cap tetapi tidak mengurangi khazanah budaya Jambi dan juga makna motif tersebut.


 
posted by 1235ty

Saturday, January 1, 2011

Resensi Buku, Batikku; Pengabdian Cinta tak berkata

 

Batikku._Pengabdian_Cinta_tak_Berkata 

Life is a mistery.  Begitulah kata pepatah mengatakan.  Siapa sangka kepindahanku ke tanah Papua memperkenalkan aku pada Batik Papua secara tidak sengaja. Jujur, sebelumnya aku kurang tertarik belajar tentang batik hingga akhir-akhir ini batik seperti “booming” dan menjadi “must have outfit”.

Dari sekedar berjualan batik Papua, ketertarikanku akan batik nusantara mulai tumbuh.  Ingin rasanya tahu lebih banyak mengenai apa itu batik, proses pembuatannya, sejarah dan ragam batik nusantara.  Keingintahuanku inilah yang mendorongku untuk membeli buku yang berhubungan dengan batik, salah satunya adalah buku ini.  Buku yang di karang oleh Ibu Hj. Ani Yudhoyono, istri Presiden RI kita sekarang yaitu Bapak H. Bambang Yudhoyono.

Resensi Buku, Batikku Pengabdian Cinta Tak Berkata

Ditulis oleh Ibu Hj. Ani Yudhoyono

Pada awal buku, Ibu Ani ingin menyampaikan bahwa batik merupakan karya cipta urun tangan.  Tangan orang-orang yang ikut turun andil dalam menciptakann selembar kain polos hingga menjadi batik nan indah. Batik juga merupakan karya gotong royong dari banyak orang secara turun temurun. 

Peran perempuan mempunyai posisi yang strategis dalam tradisi membatik.  Karena dari tangan-tangan para perempuan inilah batik di ciptakan.  Hal ini maklum karena kebanyakan pengrajin batik adalah para Ibu Rumah Tangga yang menjadikan batik bagian dari keseharian hidupnya serta mata pencaharian mereka.

Dan bagaimana ragam batik yang tersebar di Nusantara ?, di jelaskan secara mendetail dalam buku ini.  Mulai dari ragam batik Betawi, Garut, Tasikmalaya, Indramayu, Cirebon, Pekalongan, Banyumas, Purworejo, Jogyakarta, Surakarta, Sragen, Pacitan, Lasem, Tuban dan Madura. Kebudayaan, nilai-nilai sosial dan kemasyarakan dari masing-masing kota tersebut memberikan sentuhan nilai dan warna berbeda pada masing-masing batik dari kota tersebut.  Sehingga batik dari kota satu dengan kota lainnya mempunyai keunikan sendiri-sendiri.

Perkembangan batik tidak bisa di lepaskan dari tangan orang-orang yang ahli dalam batik.  Siapa saja mereka?  Sebut saja Iwan Tirta, Bapak Widodo “Indigo”; pengembang batik alami warna biru “indigo” serta Ibu Larasati Suliantoro Sulaiman; Pendiri sekaligus kurator Museum Batik Rakyat “Cipto Wening” di Imogiri, Bantul, dan banyak lagi tokoh-tokoh lainnya. Peran apa yang mereka mainkan dalam memperkaya batik, di jabarkan juga dalam buku ini.

Seperti apa proses membatik itu? Diungkapkan secara lengkap di buku ini tahap demi tahap.  Mulai dari awal sampai akhir.  Alat-alat yang digunakan untuk membatik seperti malam, canting, lilin, cap batik dsb juga di jabarkan dengan cukup jelas dilengkapi dengan foto-foto yang menarik dari tim fotografer.

Kecintaan ibu Ani pada batik berawal dari kesehariannya melihat perempuan membatik.  Batik juga menjadi bagian dari sejarah hidupnya.  Dari ketika Ibu Ani masih kecil hingga saat ini.  Batik sudah menjadi pakaian kebanggaannya.  Peristiwa-peristiwa bersejarah dalam kehidupan Ibu Ani diabadikan dalam lembaran foto-foto.  Kita sebagai pembaca seolah di ajak untuk menyimak perjalanan hidup beliau melalui foto-foto ini.  Di dalamnya terselip cerita bagaimana batik seolah menjadi saksi mati bagi peristiwa penting tersebut.  Beberapa di antara koleksi batik Ibu Ani di tampilkan di sini.  Batik-batik yang mempunyai nilai sejarah.  Batik yang hanya di kenakan pada acara-acara tertentu dan orang-orang tertentu.  Hal ini lumrah mengingat batik mengandung nilai tata krama serta kesantunan jadi tidak sembarang orang bisa memakainya.

Pada akhir buku ini, di tampilkan pula koleksi Ibu Ani yang terpilih pada ajang World Expo 2010.  Koleksi yang di tampilkan antara lain Batik Priangan, Pesisiran, Pedalaman, Batik Madura, Bunga Rampai.  Koleksi batik ini dilayout menyerupai katalog dilengkapi dengan nama batik, asal dan ukuran batik.  Diantara kokeksi batik yang terpilih, ada satu-satunya batik dengan motif Papua yaitu batik yang di beri judul “Ragam Hias Papua”.

Secara keseluruhan, buku ini sangat menarik untuk di koleksi karena termasuk lengkap dalam mewakili pesan yang ingin di sampaikan.  Pesan terserbut adalah bahwa batik sebagai warisan budaya bangsa perlu di lestarikan dengan cara kreatif dalam menggunakan karya batik serta ikut mendorong kreatifitas kaum muda untuk terus berkarya dalam menciptakan batik dengan desain yang selalu fresh.

 

Ibu Chandra