Saturday, November 28, 2009

New in Store!

Super Cute Dear Santa List for your little ones (or yourself)

Friday, November 27, 2009

Our visit to Bandara Mozes Kilangin, Timika

Sore ini kami berkesempatan mengunjungi Bandara Mozes Kilangin, Timika. Sebelumnya, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Adha bagi siapa saja yang merayakannya.  Semoga kita bisa belajar dari pengorbanan Nabi Ismail A.S.




Bandara Mozes Kilangin Timika dari berbagai sudut berbeda

Langsung saja ya.  Saat kami kunjungi, suasana bandara lumayan sepi, tidak terlalu ramai jadi enak untuk di ambil-ambil foto. Anakku, Rakhma tentu saja very excited saya ajak ke Bandara. As always, she was so active and running happily any direction she  likes. Satu hal yang aku sangat tertarik adalah design dari bangunan Bandara yang mengawinkan budaya lokal berupa patung asmat yang di tempatkan di ruang tunggu taxi dan di langit-langit dinding. Begitu juga tiang-tiang penyangga berukirkan ukiran asmat. Sangat indah dan etnik. Ciri khas ukiran Papua sebenarnya sangat sederhana tapi justru kesederhanaan itulah yang membuatnya beda. Bandara ini juga bersih, tertib dan rapi. Klop dech.

Lebih jelasnya, silahkan menikmati foto-foto yang saya ambil sore ini!




Patung Asmat di ruang tunggu taxi

Taxi yang dimaksud adalah mobil carteran bukan taxi seperti yang umumnya ada.  Fungsi patung di ruang tunggu taxi untuk membuang puntung rokok dan pinang.  Mengunyah pinang merupakan kebiasaan masyarakan asli Papua.


Tiang Bandara berukirkan ukiran Asmat


 

Ukiran khas Papua di dinding Bandara

Kalau di lihat pada foto di atas, ukiran berupa hal-hal yang berdeketan dengan keseharian masyarakat Papua seperti kepiting (hasil laut), tifa (gendang), noken (tas punggung), panah.

Saya berharap semakin banyak orang mengenal budaya Indonesia terutama budaya Papua yang sepertinya belum banyak publikasinya di media cetak ataupun elektronik.  Saya juga berkeinginan suatu hari mempunyai website yang menjual dan menyajikan informasi tentang budaya papua.  Seperti kalimat salah satu customer saya "akhirnya saya bisa belanja online barang seni papua". 

Thursday, November 26, 2009

Happy Thanksgiving!

I hope everyone has a wonderful thanksgiving!

Sunday, November 15, 2009

Pemadaman Listrik, What Can We Do About It?








Pemadaman listrik bergilir sepertinya jadi fenomena baru di masyarakat terutama warga ibukota Jakarta. Kalau Anda mengikuti berita di televisi, banyak Industri/usaha merugi karena pemadaman listrik.  Sebuah pilihan yang mau tidak mau harus di jalani.  Bete, jengkel begitulah reaksi kita ketika pemadaman listrik terjadi.  Aktifitas seperti menonton televisi yang merupakan aktifitas paling di sukai masyarakat Indonesia tidak lagi dapat di nikmati untuk sementara waktu.

Saya sich sudah kenyang pengalaman menghadapi situasi seperti ini.  Tidak perlu panik ibuk-ibuk, berikut tips-tips dari saya ketika pemadaman listrik terjadi. 


  • Yang perlu di perhatikan dan di ingat-ingat adalah jadwal pemadaman listrik.  Kalau di Timika, jadwal pemadaman listrik sudah pasti yaitu 2 hari sekali.  Please dont laught because that’s truly happened in here.  Jadi sebelum listrik mati, pastikan lampu emergensi sudah di charge.  Laptop sudah di charge.  Lampu emergency yang bagus bisa bertahan hingga 4-5 jam pemakaian.  Cari merek yang bagus seperti punya saya yaitu Energizer.  Kalau rumah ibuk cukup besar, beli 1/2 lampu emergensi sebagai cadangan.


  
Jika ibu termasuk type yang gatel kalau ga nonton televisi meski sebentar saja mau tak mau ibuk harus berinvestasi dengan membeli inverter.  Inverter adalah alat untuk merubah tegangan DC 12 Volt ke tegangan AC 220 Volt (mengutip kalimat-kalimat suami).  Kalau enggak jelas tanya ke tukang listrik dech ibuk pasti tahu.  Dengan alat ini ibuk bisa tetap nonton televisi, menggunakan komputer / laptop tanpa listrik dari PLN.  Tentunya selain Inverter, ibuk tetap butuh alat tambahan seperti accu (12 Volt) dan charger baterai accu.


  
Waspada:  Jangan menggunakan lilin sebagai penerang kecuali kalau kepepeeeet banget.  Lilin berisiko sekali jika kesenggol dan jatuh bisa mengakibatkan kebakaran, apalagi kalau di tempatkan di dekat bahan-bahan yang mudah terbakar seperti kertas. 




  • Pemadaman listrik mengakibatkan tidak berfungsinya alat-alat listrik seperti Lemari Es.  Tips dari saya buatlah es batu sebanyak-banyaknya di freezer sehingga suhu / temperatur di dalamnya tetap bertahan untuk beberapa jam ke depan.  Dan jangan lupa untuk membuang air di penumpangan air di bawah freezer supaya air tidak melebar kemana-mana.




  • Jangan lupa untuk menanak nasi lebih awal, sehingga Anda tidak kelaparan atau malah jajan di luar karena rice cooker mati.




  • Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk menyapa tetangga Anda dan mengajak anak Anda bermain di luar ruangan.  Tidak ada televisi, tidak ada laptop (karena baterainya sudah habis) dan playstation.  Kita ambil sisi positifnya saja ibuk-ibuk.  Ngerumpi dengan tetangga mungkin sudah lama tidak Anda lakukan karena begitu terlarut dengan acara-acara televisi.  Ajak anak-anak untuk melakukan kegiatan yang positif seperti membaca buku atau beberes ruangan.




  • Jika pemadaman listrik terjadi dimalam hari, jangan lupa untuk meng/-OFF-kan steker, atau televisi sehingga tidak ada skenario ketika listrik menyala terdengar suara televisi begitu nyaringnya!  Atau Anda harus bangun dari tidur lelap anda untuk mematikan lampu-lampu yang menyala.




  • Pakailah Lotion Anti Nyamuk.  Ketika listrik mati dimalam hari, nyamuk lebih leluasa menyerang mangsanya.  Jika ibu mempunyai anak yang masih kecil, tidak ada salahnya berinvestasi membeli kelambu.  Merek yang bagus adalah Javan Bed Canopy (bukan promosi lhoo).




  • Last but not least.  Enjoy it.  It wont last forever.  Masih mending atuh buk di Jawa, pemadaman listrik terhitung jarang terjadi dibandingkan di sini (Timika).  Lhoh kok jadi curcol sich.



Bagi siapa aja yang punya ide-ide menarik selain pengalaman di atas, silahkan kasih komentar.  Yuuuuk....!!


Tuesday, November 10, 2009

Interview with Aneka Batik ; Motif Batik Papua




Pernahkah anda bertanya siapakah yang membuat Batik Papua itu?  Apakah orang  Papua juga?  Nach beberapa waktu yang lalu tepatnya tanggal 08 Oktober 2009, saya berhasil mewawancarai pemilik butik Batik Aneka, Timika dimana saya berperan sebagai online marketing “tidak resminya” he..he..he.. Berikut hasil wawancaranya.

Sekelumit cerita di balik pendirian Batik Aneka, pelopor batik Papua di Indonesia

Batik Aneka yang berpusat di kota Jayapura, Papua berdiri atas inisiatif Pemerintah Papua melalui  sebuah yayasan yaitu Yayasan Pembangunan Papua .  Batik Aneka merupakan pelopor batik yang pertama kali di Papua.  Pada awal berdirinya, Batik Aneka memang di dedikasikan untuk masyarakat asli Papua baik dari sisi managemen maupun desain batik sehingga keorisinalitasnya dapat terjaga. Sengaja di datangkan guru batik dari Jawa dan Mancanegara supaya mereka (para staf desain Batik Aneka kala itu) dapat menimba ilmu desain dan manajemen kemudian menerapkannya pada Batik Papua.  Namun dalam berkembangannya Batik Aneka kemudian di ambil alih oleh pemilih Batik yang sekarang (bukan masyarakat asli papua). Saat ini Batik Aneka mendesain dan memasarkan sendiri produk-produk mereka.  Cabang Batik Aneka ada di kota Sorong dan Timika.

Motif-motif Batik Aneka-Papua

Saat ini mulai bermunculan produk-produk serupa dengan Batik Aneka di pasaran.  Namun begitu secara garis besar motif-motif batik papua khususnya Batik Aneka terdiri atas;

  • Motif Kamoro

Ciri-cirinya adalah ada simbol patung berdiri seperti pada gambar di bawah ini.




  • Motif Asmat

Ciri-cirinya adalah ada simbol patung setengah berdiri/duduk seperti pada gambar di bawah ini.





  • Moftif Cendrawasih

Ciri-cirinya sudah jelas yaitu terdapat simbol burung cendrawasih, contohnya adalah gambar berikut ini.







  • Motif Sentani

Ciri-cirinya adalah ada gambar alur melingkar-lingkar kayu seolah-olah kayu tersebut dibelah.






  • Motif Ukiran Jayapura



  • Motif Biak




Ada juga motif-motif yang tidak masuk kategori di atas.  Kita namakan aja motif campuran he..he..he..seperti contoh di bawah ini:

 

Batik aneka hadir dalam berbagai macam jenis bahan kain antara lain;

  • Shantung, kainnya mirip kain tissue dan licin

  • Katun

  • Sutra, kainnya lebih “jatuh” daripada shantung

  • Prima, kualitas kainnya di bawah katun

  • Tissue Sutra (diatasnya sutra), kain paling oke kualitasnya.



Saya setuju jika kita harus terus menggali identitas batik papua sehingga tidak hanya mengekor batik jawa.  Batik Papua harus mempunyai ciri-ciri yang membedakan dari batik jawa meskipun ide awal dari batik papua juga berawal dari batik jawa.

Sumber-sumber lain mengenai motif batik papua:




Jika anda tertarik dengan batik papua, silahkan hubungi saya :).  Semoga artikel ini bisa berguna untuk siapa saja.