Tuesday, April 27, 2010

Java language

Java language is the language of the tribes of the population, especially in some parts of Java, Banten, especially the town of Serang, Serang district, the city of Cilegon and Tangerang regency, West Java, particularly the north coast region extends from the northern coast of Karawang, Subang, Indramayu, Cirebon district and Cirebon city, Yogyakarta, Central Java and East Java in Indonesia.Java

Saturday, April 24, 2010

Tenun Dobel Ikat Gringsing

Pada awal mulanya, tenun ikat berasal dari Gujarat, gunanya untuk membuat kain patola yang diekspor ke Indonesia dan dipakai oleh kalangan bangsawan. Selain ditemukan di India dan Indonesia, tenun ikat juga ditemukan di negara-negara Asia Tenggara, Jepang, dan Amerika Selatan (Mexico, Guatemala, Argentina). Tenun ikat menggunakan teknik ikat dan pencelupan pada saat pewarnaan kain. Pada teknik dobel ikat, benang pakan dan lungsi sama-sama dicelup.

Proses pertama dari tenun dobel ikat ini adalah pewarnaan benang pakan dan lungsi. Pertama-tama benang diikat dan kemudian dicelup, warna yang digunakan berasal dari alam seperti serbuk kayu. Setelah kering, benang kemudian digulung dan dimasukkan ke dalam tabung bambu. Proses pewarnaan benang sampai mendapatkan warna yang diinginkan memakan waktu 2-3 minggu.

Setelah proses pencelupan, benamg-benang tersebut telah siap untuk ditenun. Setiap helai benang dari setiap gulung untuk setiap detail motif yang dibuat. Pada teknik ikat, benang lungsi digunakan untuk kain latar, sedangkan benang pakan ditambahkan pada kain latar untuk dijadikan motif. Tenun ikat dari Indonesia khususnya dari Timor, jarak benang pada motif sangat rapat, berbeda dengan tenun ikat dari Jepang atau Guatemala. Teknik dinamakan sebagai tenun ikat.

PadaTenun dobel ikat, baik benang pakan dan benang lungsi sama-sama dicelup pada proses pewarnaan dan kemudian diikat dan ditenun secara bersamaan. Tenun dobel ikat adalah teknik yang tersulit dan membutuhkan keahlian yang tinggi serta proses pembuatannya yang memakan waktu lama. Perbedaan dobel ikat dengan ikat adalah:

• Benang pakan tidak mengalami proses pencelupan.
• Benang pakan langsung ditambahkan pada kain latar.

Kita perlu berbangga karena, Indonesia merupakan penghasil tenun dobel ikat yang terbaik selain India.

Friday, April 16, 2010

Broadway

Broadway was originally the Wickquasgeck Trail, carved into the brush land of Manhattan by its Native American inhabitants. This trail originally snaked through swamps and rocks along the length of Manhattan Island. Upon the arrival of the Dutch, the trail soon became the main road through the island from Nieuw Amsterdam at the southern tip. The Dutch explorer and entrepreneur David de Vries

Gringsing, Pesona Pulau Dewata

Bali selain terkenal dengan pesona alam serta adat istiadatnya, juga terkenal dengan kain khasnya, yaitu kain grinsing. Kain ini dibuat di desa Tenganan di Kabupaten Karangasem, desa ini sering disebut juga Bali Aga, yang merupakan tempat tinggal suku asli Bali dan masih mempertahankan kehidupan tradisonal. Dari sinilah kain Grinsing berasal, kata Gringsing sendiri terdiri dari kata ‘gering’ yang berarti sakit atau musibah dan ‘sing’ yang berarti tidak. Dan arti kain itu adalah penolak bala.


Kain Gringsing dibuat melalui proses tenun dobel ikat kain yang sulit dan memakai waktu cukup lama dalam proses pembuatannya, sampai memakan waktu kurang lebih 3 tahun. Teknik tenun dobel ikat kain sendiri hanya ditemui di 3 tempat di dunia, Indonesia, India dan Jepang. Karena itu, kain Gringsing merupakan kain yang langka dan mahal harganya. Warna kain ini didominasi dengan warna merah dan pewarnaanya masih menggunakan pewarna alami seperti:

• Warna merah: dari kelopak pohon kepudung putih dicampur dengan akar pohon sunti.
• Warna kuning: dari minyak buah kemiri yang berumur 1 tahun dan dicampur dengan abu kayu kemiri.
• Warna hitam: dari pohon taum.

Jika kain tradisional Indonesia lainnya memiliki motif yang cukup banyak dan beragam, motif kain Gringsing ada sekitar 20 dan sekarang hanya 14 jenis motif yang masih dikerjakan. Beberapa dari motif tersebut adalah; Motif Cecempakaan: motif yang terdidri dari bunga cempaka. Ada beberapa jenis dari motif ini misalnya Cecempakaan Petang, Putri, Pat Likur. Fungsinya untuk pakaian dan keperluan upacara. Motif Isi: motif yang memenuhi seluruh permukaan kain, tidak ada yang dibiarkan kosong. Kain dengan motif ini hanya untuk upacara saja.

Masyarakat Tenganan wajib memiliki kain ini karena kain ini merupakan bagian dari kelengkapan upacara. Misalnya untuk upacara kematian (Ngaben), Gringsing digunakan untuk mengusung mayat, Upacara potong gigi, digunakan sebagai alas bantal.
posted by: 1235ty

Thursday, April 15, 2010

'Mendengar' dan 'Membaca' Kain di Adiwastra Nusantara 2010


                                                                              Tenun ikat NTT


Hari ini kami berkesempatan mengunjungi pameran tekstil yang bertajuk Adiwastra Nusantara. Eksibisi yang digelar di Balai Sidang Jakarta dari tanggal 14-18 April ini menampilkan koleksi kain tradisional dari berbagai daerah di Indonesia baik produksi baru maupun yang berusia ratusan tahun.

Memasuki hall A, kami disambut beragam koleksi kain gendongan pusaka dengan motif langka. Misalnya lurik dengan motif Tuluh Watu, yang melambangkan kekuatan dan keperkasaan. Motif ini telah disebutkan dalam prasasti raja Airlangga. Kami juga mendapati ulos dengan pola Batak tertua yang disebut Bintang Maratur. Sementara kain gendongan dari daerah lain seperti Lasem, Solo dan Pekalongan memiliki corak dominan bunga dan binatang. Selain berfungsi untuk menggendong anak, beberapa kain juga digunakan untuk mengangkut barang, contohnya lurik dengan motif Benang pedot.


Puas mengagumi corak kain antik, kami beralih menyusuri deretan stan di hall yang sama. Meski kebanyakan stan memajang batik dengan beragam motif, beberapa stan yang memajang  kain tenun ikat, songket dan tapis tak kekurangan peminat. Yang cukup menarik perhatian kami adalah stan kain Minahasa. Salah satu motif yang tergambar dalam kain dibuat dengan proses tenun tersebut adalah alat musik khas Minahasa yang biasa disebut Bia. Ide memunculkan motif ini dalam seni tekstil adalah melestarikan alat musik lokal yang nyaris punah.

Beranjak ke hall B, kami melewati stan koleksi batik keraton Jogja dan Solo. Penjelasan tentang sejarah batik dan makna simbolisnya banyak kami dapatkan. Bermula dari kerajaan Mataram, awalnya batik dibuat oleh wanita dalam lingkungan keraton untuk kepentingan pribadi. Seiring dengan kebutuhan, pasukan Mataram yang mengemban tugas keluar dibekali kemampuan yang sama. Hal ini menjelaskan mengapa di beberapa daerah, seperti Cirebon, pekerjaan membatik dulunya dikerjakan oleh pria.

Dalam motif klasik batik, terdapat unsur do’a atau pengharapan bagi pemakainya. Motif truntum, dipakai orang tua calon pengantin, untuk kelancaran acara. Sementara Parang rusak hanya dipakai oleh raja, karena melambangkan lidah api yang juga symbol kekuatan.

Usai menambah pengetahuan tentang batik, kami kembali menikmati warna dan corak kain yang kebanyakan telah diolah menjadi garmen siap pakai. Nyaris sama dengan ruangan sebelumnya, batik dalam berbagai bentuk garmen lebih mendominasi dibandingkan jenis kain lain seperti tenun. Harga yang ditawarkan cukup bervariasi, mulai dari puluhan ribu hingga puluhan juta.


Terlepas dari kurang lengkapnya variasi koleksi kain yang diperlihatkan, pameran ini layak mendapat apresiasi dari publik.  Setidaknya ia mengingatkan kita akan khazanah budaya tekstil Indonesia, yang perlu terus dipelajari dan dilestarikan.
 

Times Square (III)

The theaters of Broadway and the huge number of animated neon and LED signs have long made them one of New York's iconic images, and a symbol of the intensely urban aspects of Manhattan. Times Square is the only neighborhood with zoning ordinances requiring building owners to display illuminated signs. The density of illuminated signs in Times Square now rivals that of Las Vegas. Officially,

Times Square (II)

Before and after the American Revolution, the area belonged to John Morin Scott, a general of the New York militia where he served under George Washington. Scott's Manor House was at what is now 43rd Street, surrounded by countryside used for farming and breeding horses. In the first half of the 19th century it became one of the prized possessions of John Jacob Astor, who made a second fortune

Times Square (I)

Times Square is a major intersection in Manhattan, a borough of New York City, at the junction of Broadway and Seventh Avenue and stretching from West 42nd to West 47th Streets. The Times Square area consists of the blocks between Sixth and Eighth Avenues from east to west, and West 40th and West 53rd Streets from south to north, making up the western part of the commercial area of Midtown

Wednesday, April 14, 2010

Ocean Parkway

Ocean Parkway extends over a distance of about five miles, running almost north to south from the vicinity of Prospect Park to Coney Island and Brighton Beach. The parkway runs roughly parallel to Coney Island Avenue, an important commercial avenue several blocks to the east. It consists of a central bidirectional avenue of seven lanes, the middle lane being for left turns or a painted median,

Roast Beef With Pan Gravy

-- 4- to 5-pound boneless rump roast-- 2 tablespoons Worcestershire sauce-- 1 teaspoon granulated garlic-- 1 teaspoon onion powder-- 1 teaspoon paprika-- 1 tablespoon coarse-ground black pepper-- 2 teaspoons coarse salt-- Adjust the rack to the bottom of the oven and preheat to 450°F.Prepare the Roast:FIRST, blot any excess moisture from the roast using paper towels. Rub the Worcestershire sauce

Tuesday, April 13, 2010

Kuda Lumping Art From Java, Indonesia

If you're a fan of the songs Rhoma Irama, you must know that the title above is a sample verse track dangdut Rhoma Irama. Very well indeed now I will discuss one of the Indonesian culture that has existed since ancient times when not only from the standpoint of culture, but also from medical, psychological, and social problems which appear.Kuda Lumping is a Javanese folk art. Lately culture Kuda

Singa Barong from the Land of Enchantment Ponorogo, Indonesia

Perhaps, Reog Ponorogo is one of the traditional arts and faster to adapt quickly popular. In terms of appearance, this is a promising artistic splendor. Two peacocks suddenly becomes this art icon, is a quality assurance audience enthralled. That said, this peacock sudden weight approximately 50 kg. "That is, if in a state of no wind. If there is wind, could reach 75 kg or even more, "said

Monday, April 12, 2010

My own recipes!

1. STEAK IN CREAMY MUSHROOM SAUCE4 beef top loin steaks (approximately 1 1/2 lbs.)1 tbsp. butterSAUCE:1/2 lb. fresh mushrooms, sliced1 tbsp. butter1/2 c. onion, chopped2 tbsp. flour1 1/2 c. half & half2 tsp. Worcestershire sauce1 tsp. garlic powderSalt & pepper to tasteTrim steaks and allow to sit at room temperature for 2 hours.Meanwhile prepare sauce: In a heavy skillet saute mushrooms in

About Depersonalization...

Depersonalization (or depersonalisation) is a malfunction or anomaly of the mechanism by which an individual has self-awareness. It is a feeling of watching oneself act, while having no control over a situation. It can be considered desirable, such as in the use of recreational drugs, but it usually refers to the severe form found in anxiety and, in the most intense cases, panic attacks.

claim token

XJD3BZMU5EY3

German Black Forest Cuckoo Clocks

Black forest cuckoo clocks have been in existance for around 400 years. They started in the Black Forest region of Germany and are still produced today from the same region. The chalet style of the German clocks originated at the end of the nineteenth century in Switzerland and at that time they were regarded as Swiss souvenirs. During this time, three styles of chalet clocks were born - the

Dingyao Porcelain - Chinese traditional art

Ding porcelain refers to the porcelain made by the Ding kilns in ancient China. Many Ding kilns have been found between the Tongtain River of Beizhen and the foot of West Mountain near Yanchuan Village in Quyang County. In ancient times, this ten kilometer region in the Hebei Province was known as Dingzhou, hence the name ‘ding porcelain’. Today, there are many craftsmen who specialize in

MATRESHKA - handmade Russian nesting doll

First russian nesting doll was of 8 pieces nesting doll made by woodcarver Zvezdochkin and painted by artist Malutin in 1890. "Matryona" or fond Matryosha was popular women name in old Russia. It became worldwide known when it got gold medal on World Exhibition in Paris in 1900. There were many clever artists those times who originated a new style in applied art of nesting dolls designing.

Hello, worlds!

So let's GO!!!Now I have a blog :)

Thursday, April 8, 2010

Jumputan Unik

Jumputan, salah satu kain tradisional yang eksotis. Beberapa daerah menyebut kain ini sebagai kain pelangi, memiliki proses pembuatan yang unik dan berbeda dengan kain lainnya. Kebanyakan motif kain dibuat melalui proses tenun atau gambar, tapi motif kain ini dibuat melalui teknik ikat dan celup yang lebih dikenal dengan teknik jumputan.

Teknik jumputan adalah teknik pembuatan kain dengan mengikatkan biji-bijian pada selembar kain, biji tersebut digunakan untuk membuat motif. Pewarnaannya menggunakan metode celup, setelah melalui proses pencelupan, kain tersebut dijemur. Setelah kering, barulah ikatan-ikatan tersebut dibuka dan akan terlihat lingkaran-lingkaran yang berasal dari ikatan. Biji yang digunakan bisa kacang ijo atau dapat disesuaikan dengan ukuran yang diinginkan, bahkan ada pula yang menggunakan kerikil sebagai pengganti biji. Untuk ikatan bisa menggunakan karet atau tali raffia.

Penulis pernah mencoba untuk membuat kain jumputan. Proses pembuatannya cukup mudah hanya tinggal mengikatkan biji kacang dengan karet sesuai dengan motif yang diinginkan. Dalam pembuatan motif ini mungkin saja digunakan banyak biji dan karet karena motif yang dibuat cukup besar. Setelah proses pencelupan, kain dijemur, dan setelah kering baru ikatan-ikatan tersebut dibuka. Bagian kain yang terikat akan berwarna lebih muda. Warna tersebut yang disebut dengan jumputan.

Proses pembuatan kain jumputan memang lebih mudah dan sederhana dibandingkan dengan batik atau kain tenun lainnya, tetapi sebenarnya kain jumputan sendiri mempunyai keunikan yang tidak kalah dari kain-kain lainnya. Yang paling menonjol adalah motif jumputan yang berbentuk lingkaran-lingkaran berbeda dengan kain lainnya yang dapat berupa gambar perahu, awan dan lain-lain. Kemudian dari segi pembuatan motif, jika pada kain lainnya, perajin dapat berkreasi melalui gambar lain; misalnya Batik dengan motif kupu-kupu atau burung, motif jumputan hanya berupa lingkaran, jika ingin membuat suatu gambar atau pola tertentu, perajin harus merangkai pola tersebut dari lingkaran-lingkaran. Gambar yang lsering dibuat adalah gambar bunga atau binatang.