Saturday, January 30, 2010

Looks What I Have Found! Mahkota Kepala Suku!

Lagi ambil pesanan barang, foto-foto sebentar sambil berpose dengan mahkota kepala suku.  Hohoho.  Sekarang saya adalah kepala suku berjilbab :).


Jika tertarik, harga Mahkota Kepala Suku ini adalah Rp. 350.000,- belum termasuk biaya kirim.  Beratnya +/- 500 gram / 0.5 kgs.
Selamat berakhir pekan :)

Chandra

Friday, January 29, 2010

Proses Pembuatan Ulos

Bahan dasar ulos pada umumnya adalah sama yaitu sejenis benang yang dipintal dari kapas. Yang membedakan sebuah ulos adalah proses pembuatannya. Ini merupakan ukuran penentuan nilai sebuah ulos.
Untuk memberi warna dasar benang ulos, sejenis tumbuhan nila (salaon) dimasukkan kedalam sebuah periuk tanah yang telah diisi air. Tumbuhan ini direndam (digon-gon) berhari-hari hingga getahnya keluar, lalu diperas dan ampasnya dibuang. Hasilnya ialah cairan berwarna hitam kebiru-biruan yang disebut “itom”.


Periuk tanah (palabuan) diisi dengan air hujan yang tertampung pada lekuk batu (aek ni nanturge) dicampur dengan air kapur secukupnya. Kemudian cairan yang berwarna hitam kebiru-biruan tadi dimasukkan, lalu diaduk hingga larut. Ini disebut “manggaru”. Kedalaman cairan inilah benang dicelupkan.

Sebelum dicelupkan, benang terlebih dahulu dililit dengan benang lain pada bahagian-bahagian tertentu menurut warna yang diingini, setelah itu proses pencelupan dimulai secara berulang-ulang. Proses ini memakan waktu yang sangat lama bahkan berbulan-bulan dan ada kalahnya ada yang sampai bertahun.

Sebelum dicelupkan, benang terlebih dahulu dililit dengan benang lain pada bahagian-bahagian tertentu menurut warna yang diingini, setelah itu proses pencelupan dimulai secara berulang-ulang. Proses ini memakan waktu yang sangat lama bahkan berbulan-bulan dan ada kalahnya ada yang sampai bertahun.
Setelah warna yang diharapkan tercapai, benang tadi kemudian disepuh dengan air lumpur yang dicampur dengan air abu, lalu dimasak hingga mendidih sampai benang tadi kelihatan mengkilat. Ini disebut “mar-sigira”. Biasanya dilakukan pada waktu pagi ditepi kali atau dipinggiran sungai/danau.

Bilamana warna yang diharapkan sudah cukup matang, lilitan benang kemudian dibuka untuk “diunggas” agar benang menjadi kuat. Benang direndam kedalam periuk yang berisi nasi hingga meresap keseluruh benang. Selesai diunggas, benang dikeringkan.
Benang yang sudah kering digulung (dihulhul) menurut setiap jenis warna. Setelah benang sudah lengkap dalam gulungan setiap jenis warna yang dibutuhkan pekerjaan selanjutnya adalah “mangani”. Benang yang sudah selesai diani inilah yang kemudian masuk proses penenunan.

Seperti telah diutarakan diatas, ulos Batak mempunyai bahan baku yang sama. Yang membedakan adalah poses pembuatannya mempunyai tingkatan tertentu. Misalnya bagi anak dara, yang sedang belajar bertenun hanya diperkenankan membuat ulos “parompa” ini disebut “mallage” (ulos yang dipakai untuk menggendong anak).

Tingkatan ini diukur dari jumlah lidi yang dipakai untuk memberi warna motif yang diinginkan. Tingkatan yang tinggi ialah bila dia telah mampu mempergunakan tujuh buah lidi atau disebut “marsipitu lili”. Yang bersangkutan telah dianggap cukup mampu bertenun segala jenis ulos Batak

Tuesday, January 26, 2010

Been Busy!

New Banners for some wonderful people!!

Saturday, January 23, 2010

Ulos, Pelindung Masyarakat Batak

Salah satu kain tradisional Indonesia adalah Ulos yang berasal dari Sumatera Utara. Motif Ulos sendiri terdiri berbagai macam motif dan biasanya setiap daerah berbeda motif. Pada awalnya, Ulos identik sebagai ajimat, dan pelindung Orang Batak dari bencana. Dianggap sebagai pelindung karena Ulos dapat memberikan kehangatan dan dapat dipakai dalam kehidupan sehari-hari.Dulu orang Batak memakai Ulos dalam kehidupan sehari-hari tetapi sekarang ini hanya pada waktu-waktu tertentu misalnya pada pernikahan, dan kematian.

Ulos dapat digunakan dalam berbagai fungsi seperti, penutup kepala (ikat kepala), penutup badan atas (pakaian) dan bawah (sarung), dan lain-lain. Kain Ulos juga dianggap sebagai pelambang kekerabatan, karena orang Batak sering memberikan Ulos sebagai lambang kekerabatan dan kehangatan.


Warna Ulos didominasi oleh warna putih, hitam dan merah marun. Warna-warna tersebut adalah warna khas orang Batak, dan dapat dipastikan terdapat pada benda-benda tradisonal seperti; rumah, kain, aksesori dan lain-lainnya. Warna tersebut erat kaitannya dengan kepercayaan tradisional yang masih mempercayai dewa, dukun dan mantra. Warna tersebut berasal dari 3 dewa yang disebut Naibata. Warna putih melambangkan Naibata di atas, warna merah melambangkan Naibata di tengah, dan warna hitam melambangkan Naibata di bawah,


Ulos tenun tangan merupakan kualitas yang paling baik harganya agak sedikit lebih mahal daripada tenun mesin sekitar Rp 350.000 untuk ukuran selendang dan yang ukuran 3 meter bisa lebih dari Rp 2 juta. Jika ingin mendapatkan Ulos terbaik lebih baik memilih Ulos tenun tangan, ciri-cirinya adalah: permukaan kain agak kasar, jarak antara benang bisa tidak sama karena tenaga manusia berbeda pada setiap waktunya, pinggiran samping dan bawah kain tidak begitu rata. Berbeda dengan Ulos tenun mesin permukaan kain halus, jarak antara benang sama, pinggiran samping dan bawah kain terpotong rapi dan sempurna.
Lamanya waktu pembuatan menjadi salah satu faktor penentu harga ulos tenun tangan. Untuk satu ukuran selendang, dibutuhkan waktu lebih dari satu bulan untuk membuatnya. Tak heran bila ulos jenis ini bernilai tinggi, baik secara kualitas atau pun harga.




(posted by 1235ty)

Friday, January 22, 2010

Hi, Welcome to our blog!!!

Halo! Selamat datang di blog kami. Blog kami berisi tentang kekayaan budaya Indonesia, dan kami mengkhususkan blog kami untuk membahas mengenai kain-kain tradisonal.
Alasan kami memilih kain sederhana saja karena kami menyukai kain- kain tradisional, dan juga karena keterbatasan informasi, maka kami juga berharap blog ini berguna bagi semua orang yang mengunjungi dan juga bagi budaya Indonesia.

Tuesday, January 19, 2010

Lukisan Kulit Kayu or bark painting



Isn't it beautiful?  Bark painting on frame.  Even frame-less is already beautiful.

I want to have it someday if I already have my own house or to give this beautiful painting for my mom next March 2010.

- Timikaunique -



Monday, January 11, 2010

Fakta tentang Patung Asmat, Asli VS Tiruan

Amole!

Some of my customer complained about the price of Papua Carving, why they were so expensive.  So readers, I want you to read the following facts before you change your mind.  This risets was gathered from my several risets on the NET.

But before that, lets take a sneak peek on the history of Asmat Carving.

THE HISTORY OF ASMAT CARVING

Seni Ukir Patung Asmat berasal dari Kabupaten Asmat, Papua.  Seni ukir ini sudah ada sejak tahun 1700an dan merupakan wujud kepercayaan kepada roh nenek Moyang dan di simbolkan dalam bentuk patung dan ukiran.

Patung dan ukiran Asmat di buat tanpa skestsa.  Mengukir patung adalah saatnya berkomunikasi dengan leluhur yang ada di alam lain. Ini dimungkinkan karena masyarakat Asmat mengenal 3 macam konsep dunia. Asmat on capinmi atau kehidupan sekarang, Dampu on capinmi atau alam persinggahan roh yang sudah meninggal dan Sarfar atau surga. Mereka percaya sebelum masuk sarfar/surga,  arwah yg sudah meninggal mengganggu manusia.  Gangguan ini bisa berupa penyakit, bencana alam. Untuk menyelamatkan semua itu maka mereka membuat patung dan menggelar adat pesta patung Bis atau Bispokombi

Tahu ga kalau museum-museum seni dunia juga turut memajang hasil kebudayaan asli Indonesia ini. Hebat kan?  Salah satunya adalah Metropolitan Museum of Art di New York.  Museum ini adalah salah satu museum besar yang juga memiliki artifak Asmat yang tercatat berada dalam koleksi Michael C. Rockefeller, salah satu orang terpandang di New York.

Then why the price of Patung Asmat or Asmat Carving is so expensive?  There are several factors that influence the prices, which are;
  1. Patung Asmat sejatinya dibuat sebagai perlengkapan ritual adat dan keagamaan Suku Asmat yang berada di pedalaman Papua. Oleh karena itu, para kolektor yang ingin mendapatkan patung asli harus rela menembus pedalaman hutan. Perjuangan keras inilah yang membuat harga jual patung Asmat melambung tinggi.
  2. Biaya transportasi (pesawat) dari Kabupaten Asmat untuk menjangkau ke luar Kabupaten juga tinggi sehingga mempengaruhi harga yang ditawarkan ke konsumen.
  3. Banyak pengrajin cinderamata yang membuat replika yang sangat mirip patung Asmat asli. Para turis manca tidak harus bersusah payah pergi jauh ke ujung Timur Indonesia karena banyak pengrajin di Bali, Jawa Barat, dan Jawa Tengah yang menawarkan patung khas Asmat buatan mereka sendiri.
  4. Faktor di atas, menyebabkan turunnya pamor patung Asmat di mata dunia dan tentu merupakan kerugian bagi pemerintah lokal yang tidak mendapat pemasukan daerah dari karya asli penduduk lokal.
Okey, Now you know then If you buy stuff from Timikaunique, this means A LOT to us!
  1. Anda telah membantu pengrajin lokal karena Anda membeli barang yang ASLI bukan TIRUAN.
  2. Dengan membeli produk pengrajin lokal berarti Anda juga ikut mengangkat harkat dan martabat mereka dari pemasukan yang mereka terima dan juga turut melestarikan budaya ASLI Indonesia
  3. Blog kami berkomitmen untuk turut melestarikan budaya, oleh karena itu we try our best to give the LOWEST and COMPETITIVE PRICE.
Informasi harga Patung Asmat di TimikaUnique;


Harga: IDR 350.000 / pair




Harga/Price: IDR 175.000 / pair




Price/Harga: IDR 230.000,00 or IDR 115.000,00 / head
(Note: you can request how many head in a boat, one head is IDR 115.000,-)

Note:
  1. Harga di atas belum termasuk biaya kirim
  2. Untuk pemesanan / Inquiry silahkan baca keterangan yang ada di side Bar sebelah Kanan
 ******************************************************************************
Sumber:  http://www.rockczar.com/in/RPC_Content.aspx?CSID=3_50&NID=1470
               http://kisipapua.blogspot.com/2007/12/patung-asmat-budaya-menghormati-leluhur.html
               http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20071203001133AAngUMd


    Friday, January 8, 2010

    Cute.....New Arrival, Papua Batik for Kids

    Amole!

    This time, we came with our new products, Papua batik for kids, please take a look for a moment ;)


     Item: Kids - 01

                Item: KIDS - 02                              Item: Kids - O3

    Harga : Rp. 100.000,-

    Important Notes:

    1. Harga di atas belum termasuk ongkos kirim

    2. Untuk mengetahui ongkos kirim, bisa kirim email ke saya di ChandraMalini81@gmail.com

    3. Untuk pembayaran, Mohon transfer ke :

    Atas Nama : Chandra Malini
    Nomor Rekening : 056-01-15918-12-2
    Nama Cabang : Bank Niaga Solo

    Best Regards,
    Chandra
    Blogpreneur

    Tuesday, January 5, 2010

    10,000 Years of Art

    10,000 Years of ArtEditors of Phaidon Press (Author)Following on from "The Art Book" (1994), "30,000 Years of Art" provides an original and accessible way of looking at art. On its publication in 2007, "The Daily Telegraph" described it as 'a bold new publishing event that promises to redefine the parameters of art history'. In this mini format edition of the book, 500 great works of art from

    Saturday, January 2, 2010

    Katalog Harga Batik Papua

    Price Catalog of Papuan Batik;

    Amole! Hallo!

    Sebelumnya saya ingin mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 2010, semoga tahun ini lebih cerah dari tahun sebelumnya.  Kali ini saya ingin memberikan detail harga batik Papua karena beberapa orang menanyakan harga serta design yang ada karena posting sebelumnya hanya menyertakan sedikit informasi tentang harga.

    I would like to say "Happy New Year 2010 for all of you, Hope more prosperous year to come!.  At this opportunity, I would like to give information about the Batik Price also the design available since in my previous posting I just informed very few about the price.

    Harga Batik Papua Printing (dari katun) seperti dibawah ini harganya: Rp. 60.000/permeter.
    The papuan printing batik price like picture below is IDR 60.000/meter





     Design Reference: 01/P
     
      
    Design Ref No. 02/K


    Batik Tulis / Lukis seperti di bawah ini harga nya Rp. 70.000/meter
    Painted Batik like picture below the price is IDR 70.000/meter



    design Reference : 01/T

    Design Reference: 02/T

    Design Reference: 03/T
    Sedang batik Satin (lebih jatuh dari pada katun) harganya adalah Rp. 130.000/meter.
    While Satin batik (more drop and soft than katun fabric), the price is IDR 130.000/meter.


    Design Reference: Left 01/STN ---- Right 02/STN

     
    Design Reference: 03/STN



















    Design Ref No. 04/STN


    Design Ref No. 05/STN



    Design Ref No. 06/STN




    Design Ref No 07/STN

    CATATAN PENTING/IMPORTANT NOTES

    Stok tersedia mungkin saja berbeda dengan yang ada di gambar, untuk itu mohon hubungi saja melalui email or sms ke no. hp +62 81393004879

    Stock available might be different from above pictures, for more information please email me at ChandraMalini81@gmail.com

    Timikaunique