Showing posts with label Jalan jalan ke Timika yuk. Show all posts
Showing posts with label Jalan jalan ke Timika yuk. Show all posts

Friday, February 12, 2010

Timika Membangun

This above pictures will never be the same way in next 1, 2, 3 years ahead so I decided to shoot it instantly.



Perbaikan Jalan di sebuah pemukiman warga

 

The little girl wandering what happened with the road and why the people looked so busy 

Cheers
Chandra


Thursday, December 3, 2009

Tersesat dalam pencarian Papeda

Saya pernah dengar Papeda, tapi belum pernah mencobanya.  Ingin sich tapi belum ada waktu untuk pergi ke resto yang jualan Papeda.  Hingga suatu pagi yang cerah saya membaca update status FB teman saya yang lagi hamil muda nyidam Papeda.  Penasaran dengan yang namanya Papeda, saya nekat ke Pasar Tradisional dengan menggendong anak saya. Hahaha.  Maklum lah ga ada pembantu.

Saya tersesat di pasar swadaya Timika, dan kecapekan setelah keliling pasar (shopping list saya waktu itu ga cuma cari Papeda).  Saya bingung antara mau jalan terus atau tidak karena sepertinya saya mengambil jalan yang salah.  Namun mungkin karena sudah nasib, akhirnya sampai juga di lapak yang jualan Papeda.  Lapak papeda satu area dengan lapak jualan ikan laut.  At first sight, saya pikir ibu ini jualan batu cadas ya karena papeda yang ada di kepala saya ya mirip-mirip dengan tepung sagu pada umumnya.  Namun begitu saya tanya ibu yang jualan, ternyata 'batu cadas' yang saya maksud memang Papeda.  Papeda yang diatas meja ibu itu adalah Papeda yang di jual dalam bentuk bongkahan. O la la.  Saya sempat wawancara dengan ibu itu  sebelum akhirnya memutuskan untuk membeli yang dalam bentuk tepung (lebih ringan).  Saya bercerita kalau teman saya di Jawa, minta tolong di kirimkan papeda karena nyidam.  Kemudian ibu itu menjawab" O iya..kalau nyidam harus di penuhi, karena kalau tidak nanti bayinya ngeces (air liurnya) keluar terus" dan katanya lagi "harus beli 2 bungkus ibuk kalau untuk ibuk hamil muda, kalau tidak bayinya nanti protes".  Wah saya pikir "smart marketing" he..he..he..Ibu itu sempat memeragakan cara buatnya dan bagaimana penyimpanannya supaya awet.  "Kalau tidak biasa makan, terasa aneh, tapi kalau sudah sekali makan setelah itu pasti ketagihan" Kata ibu itu sebelum saya akhirnya menyerahkan uang tanda saya jadi membelinya.

Mungkin suatu hari nanti, saya akan mencoba mencicipinya dan let see apa betul Papeda bikin saya ketagihan?


(for Raysitta and Cynthia, thank you for asking me Papeda, because you guys, I got this story)

Friday, November 27, 2009

Our visit to Bandara Mozes Kilangin, Timika

Sore ini kami berkesempatan mengunjungi Bandara Mozes Kilangin, Timika. Sebelumnya, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya Idhul Adha bagi siapa saja yang merayakannya.  Semoga kita bisa belajar dari pengorbanan Nabi Ismail A.S.




Bandara Mozes Kilangin Timika dari berbagai sudut berbeda

Langsung saja ya.  Saat kami kunjungi, suasana bandara lumayan sepi, tidak terlalu ramai jadi enak untuk di ambil-ambil foto. Anakku, Rakhma tentu saja very excited saya ajak ke Bandara. As always, she was so active and running happily any direction she  likes. Satu hal yang aku sangat tertarik adalah design dari bangunan Bandara yang mengawinkan budaya lokal berupa patung asmat yang di tempatkan di ruang tunggu taxi dan di langit-langit dinding. Begitu juga tiang-tiang penyangga berukirkan ukiran asmat. Sangat indah dan etnik. Ciri khas ukiran Papua sebenarnya sangat sederhana tapi justru kesederhanaan itulah yang membuatnya beda. Bandara ini juga bersih, tertib dan rapi. Klop dech.

Lebih jelasnya, silahkan menikmati foto-foto yang saya ambil sore ini!




Patung Asmat di ruang tunggu taxi

Taxi yang dimaksud adalah mobil carteran bukan taxi seperti yang umumnya ada.  Fungsi patung di ruang tunggu taxi untuk membuang puntung rokok dan pinang.  Mengunyah pinang merupakan kebiasaan masyarakan asli Papua.


Tiang Bandara berukirkan ukiran Asmat


 

Ukiran khas Papua di dinding Bandara

Kalau di lihat pada foto di atas, ukiran berupa hal-hal yang berdeketan dengan keseharian masyarakat Papua seperti kepiting (hasil laut), tifa (gendang), noken (tas punggung), panah.

Saya berharap semakin banyak orang mengenal budaya Indonesia terutama budaya Papua yang sepertinya belum banyak publikasinya di media cetak ataupun elektronik.  Saya juga berkeinginan suatu hari mempunyai website yang menjual dan menyajikan informasi tentang budaya papua.  Seperti kalimat salah satu customer saya "akhirnya saya bisa belanja online barang seni papua". 

Friday, June 26, 2009

REGGAE STYLE DI TIMIKA





REGGAE STYLE di Timika


Hari minggu yang lalu, aku juga sempet mampir ke toko yang menjual barang-barang khas anak mudanya timika. Ada tas  unik yang banyak di pakai oleh muda-mudi timika yaitu tas dari bahan wol dengan hiasan rumbai-rumbai dan grafis ceria. Ada gambar bibirnya mick jagger, garis merah kuning hijau mengingatkan kita pada rasta / reggae style. Reggae style memang di sukai di sini...enggak cuma tas tapi juga gelang, topi, kaos.

Sayangnya aku ga punya foto muda-mudi yang sedang ber reggae style..mungkin suatu hari nanti. Ga terasa ya udah weekend. Have a nice weekend  for everyone.

chandra


My Ping in TotalPing.com
Get paid To Promote at any Location